Berita & Informasi

Pascasarjana UIN Siber Cirebon Perkuat Kolaborasi dengan PTA Padang, Dorong Pengembangan SDM dan Pendidikan Hukum Islam

Pascasarjana UIN Siber Cirebon Perkuat Kolaborasi dengan PTA Padang, Dorong Pengembangan SDM dan Pendidikan Hukum Islam

PADANG — Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperluas jejaring kerja sama dengan lembaga strategis untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia, riset, dan pendidikan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan strategis ke Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (7/7/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membangun sinergi yang lebih erat dengan lembaga peradilan agama, khususnya dalam pengembangan kompetensi aparatur, pendidikan magister dan doktor, penelitian, serta penguatan kajian hukum Islam dan ekonomi syariah.

Rombongan dipimpin Wakil Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Sugianto, M.H., bersama Ketua Tim Peneliti MoRA LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag. Turut hadir para ketua program studi jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3), serta anggota tim peneliti MoRA LPDP.

Setibanya di kantor PTA Padang sekitar pukul 13.15 WIB, rombongan disambut Ketua PTA Padang, Dr. Chazin Maksalina, M.H., bersama Wakil Ketua, para hakim tinggi, panitera, serta jajaran pejabat struktural dan fungsional. Pertemuan juga dihadiri hakim dan panitera dari sejumlah Pengadilan Agama di wilayah Sumatera Barat.

Memperkuat Sinergi Kampus dan Lembaga Peradilan

Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur peradilan melalui pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan profesi.

Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memandang lembaga peradilan sebagai salah satu mitra strategis dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebaliknya, lembaga peradilan membutuhkan dukungan pengembangan akademik agar aparatur memiliki kemampuan analitis dan keilmuan yang semakin kuat dalam menghadapi kompleksitas persoalan hukum.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kesamaan visi dalam meningkatkan kompetensi aparatur serta memperkuat pengembangan hukum Islam menjadi salah satu poin penting dalam diskusi.

Pascasarjana Hadir dengan Model Pendidikan Siber

Wakil Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Sugianto, M.H., memperkenalkan transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University pertama di Indonesia.

Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan perubahan kelembagaan, tetapi juga menghadirkan model pendidikan tinggi yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan.

Model pembelajaran berbasis siber menjadi salah satu keunggulan yang dapat menjawab kebutuhan para profesional, termasuk hakim, panitera, aparatur sipil negara, akademisi, dan praktisi hukum yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan tugas kedinasan.

“Transformasi digital bukan hanya menghadirkan kemudahan akses belajar, tetapi juga menjadi strategi untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas,” jelas Prof. Sugianto.

Dalam kesempatan tersebut, Pascasarjana juga memperkenalkan berbagai program Magister dan Doktor yang dapat menjadi pilihan bagi aparatur peradilan untuk meningkatkan kapasitas akademik dan profesional.

Dorong Hakim dan Panitera Lanjut Studi S2 dan S3

Ketua Tim Peneliti MoRA LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag., turut menyampaikan pentingnya pendidikan lanjutan bagi aparatur peradilan agama.

Ia menilai kompleksitas persoalan hukum Islam, terutama dalam bidang ekonomi syariah, membutuhkan aparatur yang tidak hanya memiliki pengalaman profesional, tetapi juga dibekali kemampuan akademik dan riset yang kuat.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para hakim, panitera, dan aparatur peradilan yang ingin melanjutkan studi Magister maupun Doktor di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” ujarnya.

Menurut Prof. Abdul Aziz, fleksibilitas pembelajaran yang ditawarkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat menjadi solusi bagi para aparatur yang memiliki tanggung jawab pekerjaan sekaligus ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya.

Program Magister dan Doktor Ekonomi Syariah, misalnya, dikembangkan untuk menjawab kebutuhan keilmuan yang berkaitan dengan penyelesaian sengketa ekonomi syariah, perbankan syariah, bisnis halal, serta kebijakan hukum ekonomi Islam.

Perluas Ruang Kerja Sama Pendidikan dan Riset

Kunjungan Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ke PTA Padang juga diarahkan untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kerja sama dapat dikembangkan melalui pendidikan dan peningkatan kapasitas aparatur, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan kajian hukum Islam, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga peradilan diharapkan dapat menghasilkan berbagai inovasi akademik yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas aparatur peradilan agama.

Bagi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, perluasan jejaring dengan lembaga peradilan merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan dunia profesional.

Melalui kolaborasi tersebut, Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimistis dapat terus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia sekaligus memperkuat kajian hukum Islam dan ekonomi syariah di Indonesia.

Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas