Berita & Informasi

Dorong Ketahanan Pangan Perkotaan, Akademisi Pascasarjana UIN Siber Cirebon Libatkan Komunitas Bandung City View 2

Thumbnail-Web-2026-2026-07-31T135348.723-1536x864.jpg
BANDUNG
— Langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan keluarga terus digelorakan oleh akademisi perguruan tinggi. Pada Selasa (30/7/2026), tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar aksi edukasi dan pemberdayaan berbasis komunitas di Perumahan Bandung City View 2, Jalan Laguna III, Kota Bandung.

Melalui program ini, para akademisi mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah serta fasilitas umum (fasum) menjadi kawasan produktif penopang kebutuhan pangan harian.

Kolaborasi Lintas Disiplin Keilmuan

Aksi pengabdian masyarakat ini dipimpin langsung oleh jajaran akademisi lintas bidang ilmu Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, di antaranya:

  • Prof. Dr. Hj. Huriyah, M.Pd.

  • Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag.

  • Prof. Dr. H. Abdul Aziz, M.Ag.

  • Dr. Hj. Sri Rokhlinasari, M.Si.

Kehadiran para pakar ini bertujuan untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan langsung ke tengah-tengah pemukiman warga.

Sinergi Tokoh Lokal dan Optimalisasi Modal Sosial

Kedatangan rombongan akademisi disambut hangat oleh Ibu Lusy, tokoh masyarakat setempat yang juga aktif sebagai ustazah dan pembina pengajian ibu-ibu di Bandung City View 2. Tim UIN Siber Cirebon menilai bahwa keberadaan penggerak lokal seperti Ibu Lusy sangat krusial sebagai jembatan komunikasi agar program pemanfaatan lahan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dalam dialog interaktif yang berlangsung hangat, terungkap ide strategis untuk menjadikan majelis pengajian sebagai media edukasi lingkungan. Lewat integrasi pendekatan keagamaan dan ilmu praktis, kelompok pengajian ibu-ibu diposisikan sebagai garda terdepan dalam membangun budaya menanam di tingkat keluarga.

Potensi Alam Bandung dan Visi Eco-Community

Dari hasil observasi lapangan di kawasan perumahan, tim akademisi mencatat sejumlah keunggulan geografis Bandung City View 2 yang sangat ideal untuk pengembangan urban farming, antara lain:

  • Kondisi Geografis: Terletak di area perbukitan dengan tanah yang subur.

  • Sumber Daya: Ketersediaan air melimpah dan beriklim sejuk.

  • Ruang Terbuka: Adanya lahan fasum dan pekarangan kosong yang belum terolah secara maksimal.

Lahan-lahan potensial tersebut didorong untuk ditanami kebutuhan dapur seperti sayuran hijau, cabai, tomat, hingga Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Lebih jauh, tim Pascasarjana UIN Siber Cirebon mendorong terbentuknya konsep Eco-Community. Konsep ini memadukan pemanfaatan lingkungan produktif dengan modal sosial (social capital) warga yang sudah terjalin kuat, seperti budaya gotong royong dan keakraban antartetangga.

Komitmen Nyata Kampus Siber untuk Masyarakat

Perwakilan tim akademisi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan bahwa mewujudkan ketahanan pangan nasional tidak selalu harus berawal dari ladang atau hektaran lahan pertanian yang luas.

"Pekarangan rumah yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pangan sehat, memperkuat kebersamaan warga, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Inilah bentuk pengabdian ilmu yang ingin terus dihadirkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk masyarakat," pungkas perwakilan tim PkM.

Melalui kegiatan di Kota Bandung ini, UIN Siber Cirebon berharap model pemberdayaan pekarangan berbasis komunitas perkotaan ini dapat diimplementasikan dan direplikasi di berbagai kawasan perumahan lainnya di Indonesia.

Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas