
CIREBON – Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperkuat Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Cirebon dan sekitarnya. Kehadiran anak muda diharapkan mampu membawa gagasan dan inovasi baru sehingga koperasi semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
Guru Besar Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag., mengatakan potensi sumber daya manusia di desa perlu dioptimalkan untuk mendukung keberlangsungan koperasi.
Menurutnya, desa memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, termasuk sumber daya manusia yang berada di sekitar kawasan perkotaan. Generasi muda dapat dilibatkan melalui berbagai gagasan dan inovasi untuk membantu koperasi menjalankan kegiatan usaha secara lebih efektif.
"Potensi-potensi desa itu juga harus dioptimalkan. Potensi sumber daya manusianya banyak, itu coba direkrut atau paling tidak curah pendapat bagaimana agar koperasi itu bisa berjalan dengan lancar," ujar Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag. kepada RRI, Senin (13/7/2026).
Ia menilai penguatan sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap tujuan dasar koperasi. Koperasi, kata dia, tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga dibangun atas semangat kebersamaan dan saling membantu.
"Koperasi itu sifatnya ta'awun. Mereka juga harus memahami betul apa sebetulnya tujuan didirikannya koperasi dan untuk apa koperasi itu didirikan," katanya.
Karena itu, kekompakan antara pengurus dan anggota menjadi hal penting dalam menjalankan koperasi. Pemahaman yang sama mengenai tujuan koperasi akan membantu organisasi tersebut menyusun program usaha yang benar-benar memberikan manfaat bagi anggotanya.
Selain penguatan internal, Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag. mendorong koperasi untuk membangun sinergi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah masing-masing.
Menurutnya, koperasi sebaiknya tidak hadir sebagai pesaing bagi UMKM lokal. Sebaliknya, koperasi dapat menjadi mitra yang membantu memperluas pasar dan menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa maupun kelurahan.
Ia mencontohkan, kebutuhan barang dan bahan baku koperasi dapat dipenuhi melalui produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha setempat. Dengan demikian, keberadaan koperasi sekaligus dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Konsep tersebut dinilai penting karena kekuatan koperasi seharusnya bertumpu pada potensi ekonomi yang ada di lingkungan masyarakat sendiri. Semakin banyak pelaku usaha lokal yang terlibat, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Momentum Hari Koperasi Nasional ke-79 juga diharapkan menjadi kesempatan untuk membangun kembali citra koperasi sebagai organisasi ekonomi yang modern, terbuka terhadap inovasi, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag. berharap generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai anggota, tetapi juga diberikan ruang untuk terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan koperasi.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, inovasi dari generasi muda, serta kolaborasi dengan UMKM lokal, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.