Berita & Informasi

Guru Besar Ekonomi Syariah UIN Siber Cirebon: Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan Koperasi Merah Putih

full_1779944286332729_1e8cfb66ff_berita_cirebon.webp
CIREBON
— Guru Besar Ekonomi Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Abdul Aziz, menilai keberhasilan implementasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya bergantung pada pembentukan kelembagaan baru, tetapi juga membutuhkan sinergi yang kuat antara Koperasi Unit Desa (KUD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan koperasi bentukan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor utama dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa yang berkelanjutan.

Prof. Abdul Aziz menjelaskan bahwa setiap desa memiliki potensi ekonomi yang berbeda sehingga pengelola koperasi perlu mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi tersebut melalui tata kelola yang profesional. Pemerintah desa, kata dia, juga harus memiliki optimisme dan komitmen dalam mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki agar koperasi dapat tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Dalam momentum Hari Koperasi, paling tidak kita membangkitkan kembali optimisme terhadap pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan," ujar Prof. Abdul Aziz.

Menurutnya, pengelolaan koperasi tidak dapat dilakukan secara parsial karena seluruh lembaga ekonomi desa memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi antara KUD, BUMDes, dan Koperasi Merah Putih harus dibangun agar tidak terjadi tumpang tindih program maupun persaingan yang justru menghambat perkembangan ekonomi desa.

"Kalau misalnya ada tiga lembaga, maka ketiganya harus saling berkolaborasi. Tanpa kolaborasi, akan sulit mewujudkan keberlanjutan program dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tegasnya.

Selain memperkuat kolaborasi, Prof. Abdul Aziz juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas manajerial dan tata kelola koperasi. Menurut Guru Besar Ekonomi Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tersebut, koperasi harus dikelola secara profesional dengan menerapkan prinsip-prinsip organisasi yang baik agar mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Ia menambahkan bahwa keberlanjutan program harus menjadi perhatian utama sehingga koperasi tidak hanya aktif selama berlangsungnya program pemerintah, tetapi mampu berkembang secara mandiri setelah program selesai. Dengan demikian, koperasi dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Prof. Abdul Aziz berharap semangat Hari Koperasi Nasional ke-79 dengan tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" dapat diwujudkan melalui penguatan kolaborasi antarlembaga ekonomi desa, peningkatan kualitas tata kelola koperasi, serta pemberdayaan UMKM. Menurutnya, koperasi yang dikelola secara profesional dan kolaboratif akan menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas